Mengapa Budidaya Jamur Merang Gagal

Ini ada beberapa artikel saya mengenai Budidaya Jamur merang:
  1. Budidaya Jamur Merang
  2. Perbaikan Teknologi Budidaya Jamur Merang
  3. Budidaya Jamur Merang Sendiri
  4. Bagimana Jamur Merang yang Baik
  5. Budidaya Jamur hanya bertahan 5 bulan
  6. Rahasia Spora Jamur
  7. Biaya Produksi Jamur Merang
Dari semua artikel tersebut diatas apakah semuanya bohong sehingga usaha budidaya Jamur Merang banyak petani mengalami kegagalan, padahal penjualannya gampang dan harganyapun bagus, tapi mengapa petani merugi? Ini pertanyaan besar bukan????

Padahal kebanyakan pengusaha pengusaha besar dan industri industri banyak yang bangkrut karena faktor pasar termasuk tempat saya bekerja di Industri yang kesulitan karena marginnya turun drastis. Tapi lihat industri industri tersebut bangkruk karena pada masalah, harga yang turun drastis, atau bayar pegawai yang mahal dan gak nutup, atau harga bahan baku yang tinggi sehingga gak nutup, atau pasarnya sulit. Tapi mengapa pengusaha jamur merang gagal??

Pasar Jamur Merang sangat luas bahkan pasar masih kekurangan, harga semakin melambung, dan bahan bakunya bisa macam macam walaupun mungkin ada yang musiman dan ada yang jumlahnya terbatas. Ada juga bahan baku sedikit mahal, tetapi sebenernya marginnya masih besar. Jadi petani bangkrut bukan pada masalah pasar, bahan baku, ataupun tenaga kerja. Bukan juga masalah mental pengusaha, tetapi justru pada masalah ilmu pengetahuan yang sangat minim. Dan ini sangat kontradiktif dengan adanya alumni sekolah perguruan tinggi yang katanya membludag, tapi semuanya tidak bermutu, tidak paham pada ilmu terapan yang jelas jelas hasilnya sangat lumayan jika ditangani dengan profesional.

Perbandingan Referensi:
Dari semua artikel bahasa Indonesia tentang jamur merang yang pernah saya baca di Internet ini sebagian besar adalah Copas, artinya mereka hanya ngopi dari orang lain, sebagian lain dari pengamatan budidaya jamur secara tradisional. Saya sendiri menulis berdasarkan pengamatan budidaya secara tradisional, pengalaman budidaya sendiri tetapi gagal, dan literatur lain Internasioal.

Budidaya secara tradisional tidak bisa dipegang sebagai panduan untuk budidaya jamur merang, karena mereka sama sekali tidak menggunakan cara cara modern seperti, uji kualitas, uji kontaminasi, uji kualitas media, uji kualitas bibit. Ini sangat rentan terhadap kegagalan yang petani sendiri akan terkaget kaget dengan apa yang terjadi. Jika hasil uji semua itu tercatat dengan baik sampai hasil yang dicapai pada saat panen atau rendemen yang dicapai, baru mereka bisa menulis prosedur budidaya jamur merang yang bisa dijadikan referensi baku. Jadi kebanyakan tulisan di Internet ini masih budidaya jamur merang secara tradisional, yang notabene jika terjadi kegagalan akan banyak timbul pertanyaan yang tidak bisa dijawab. Alasan kegagalna malah dikait kaitkan sama bau badan, dan pikiran lagi pusing, malah percaya ama tahyul segala. Karena saking bodonya kale...

Usaha jamur di Luar Negri:
Dari cara mereka melakukan budidaya jamur di Luar Negri baik itu di Korea, maupun di California yang saya baca dan liat videonya di Internet ini, jelas jelas banyak faktor yang berbeda, yang paling utama adalah waktu sterilisasi bahan baku dan penggunaan bibit tanam jamur yang sangat berkualitas, serta tempat budidaya yang sangat memadai. Ini pokok utama perbedaanya. Tapi bukan berarti yang di luar negri semuanya bagus, kalau yang di India juga tidak bagus, saya kira hasilnya tidak tentu.

Bagaimana dengan Usaha Tradisional Kita?
Budidaya jamur merang secara tradisional yang disajikan di Internet tidak pernah membahas faktor alam, padahal namanya tumbuhan micro sangat bergantung pada faktor alam, tidak pernah membandingkan faktor bahan baku, padahal bahan baku yang sama dari tempat yang berbeda jelas akan berbeda kualitasnya. Tidak pernah membahas kualitas bibit, tidak ada uji kualitas atau sertifikat tiap bibit, jadi mereka juga seperti menjual kucing dalam karung, dan tidak bertanggung jawab.

Jadi Metode mana yang harus dianut?
Selama kita tidak paham dengan kualitas bahan baku, kualitas bibit jamurnya, dan kualitas media tanam maka kita tidak bisa mengacu pada metode apapun yang bisa menjamin keberhasilan usaha jamur merang.

Jadi Faktor apa yang membuat usaha jamur merang gagal?
Yang jelas kenapa usaha budidaya jamur merang gagal adalah karena panennya sangat sedikit, atau bahkan tidak panen jamur sama sekali. Jelas faktornya sangat banyak, karena metode yang standar tidak bisa menjamin, atau kualitas bibit tidak menjamin keberhasilan. Sedangkan mereka sudah terlanjur invest membuat kumbung jamur dengan modal besar, kasihan sekali....

Jadi Budidaya Jamur Merang Secara Tradisional apakah salah?
Usaha jamur merang secara tradisional tidak salah, tetap jika memang mau usaha tradisional sebaiknya jangan sekali kali investasi yang terlalu besar, jangan bikin kumbung, jangan membeli bibit jamur, jangan menggunakan sterilisasi sehingga biayanya mahal. Tetapi usaha budidaya jamur yang benar benar tradisional, yang prinsipnya adalah, panen sukur, tidak panen juga hanya rugi tenaga. Ini prinsip yang harus dianut, karena bahan baku yang digunakan adalah limbah jerami.

Nah cara budidaya secara tradisionalnya bagaimana, baru baca di Internet, barangkali ada cara-cara murah budidaya jamur merang, tetapi jangan membeli bibit jamur, tapi gunakan jamur merang dan sebar di medianya kalau cocok maka jamur merang akan menyebar ke seluruh media. Atau gunakan jamur merang yang mekar, dan sebar bagian payung jamur merang, kalau medianya cocok makan akan tumbuh dengan sendirinya. Ini tips dari saya, kalau mau comment atau sharing silahkan tulis di bagian comment. Semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Write your comments here, better base on the article discussed or nothing... or in English Computer Language (Bahasa Indonesia juga boleh he... he )