Perbaikan Teknologi Budidaya Jamur Merang

Saya dulu sudah pernah mencoba untuk budidaya jamur merang, tapi kendalanya memang banyak, selain membutuhkan proses yang agak sedikit rumit, jamur merang termasuk tumbuhan micro sehingga sangat sensitive terhadap perubahan iklim dan mudah terkontaminasi. Sehingga hasil produksi seringkali gagal dari prediksi semula. Selain itu saya juga mengamati adik saya dalam memproduksi jamur tiram yang menggunakan polibag dan dengan sterilisasi menggunakan drum, yang tentu saja kapasitas produksi media penanaman jamur tidak bisa cepat dan banyak, lain halnya jika memproduksi jamur merang yang menggunakan kumbung yang begitu besar. Tetapi masing masing ada kekurangan dan kelebihannya, yang mungkin bisa disilangkan sehingga dapat menghasilkan produksi yang tinggi.

Jika proses sterilisasi jamur merang menggunakan polibag seperti pada jamur tiram ada kemungkinan hambatan kontaminasi yang sering terjadi pada saat penanaman jamur bisa dihilangkan. Karena yang saya amati penanaman jamur tiram dengan menggunakan polibag sangat jarang gagal karena kontaminasi, sedangkan pada jamur merang yang menggunakan kumbung sering sekali terkontaminasi. Kapasitas sterilisasi pada jamur tiram biasanya kecil, karena menggunakan drum, untuk mengatasi ini kita bisa ubah drum dengan tempat khusus katakanlah kamar sterilisasi sehingga sekali muat bisa 1000 polibag, sesudah disterilisasi polibag jamur merang ini bisa dipindahkan ketempat lain, atau sesudah dimasukkan bibit kedalam polibag baru dipindah ketempat lain untuk membesarkan. Jadi kita tidak perlu membuat kumbung yang biasanya sekaligus sebagai kamar sterilisasi, selain tidak effisien, kumbung yang jumlahnya banyak bisa mempunyai kondisi yang berbeda beda sehingga sulit untuk mengontrolnya.

Polibag yang digunakan untuk menanam juga tidak harus pendek pendek seperti pada budidaya jamur tiram, tapi bisa diganti dengan jenis plastic tabung yang panjang missal masing masing polibag panjangnya 1 m, sehingga kapasitasnya besar dan jumlahnya bisa lebih ringkas. Penanaman jamur merang itu sebenarnya ada dua proses yaitu anaerob dan aerob. Pertumbuhan anaerob tidak membutuhkan udara sedangkan pertumbuhan aerob membutuhkan udara maka pada saat pertumbuhan aerob plastic harus disobek. Pada saat pertumbuhan miselium jamur adalah pertumbuhan anaerob jadi lebih baik di bungkus plastic seperti pada polibag, cara ini dapat menghindari adanya kontaminasi. Sesudah miselium memenuhi plastic dan mulai tumbuh kancing, plastic harus disobek untuk memberi udara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan jamur. Dengan cara begini kemungkinan keberhasilan pertumbuhan jamur lebih terkendali dan kapasitas produksinya bisa stabil tergantung kemampuan petani. Tapi saya belum coba… suatu saat akan dicoba…kalau ada waktu… maklum sekarang lebih sibuk.

2 komentar:

  1. Kontamimasi hanya terjadi jika media tumbuh jmr merang tidak sesuai dengan yg dikehendaki, misal ph atau kadar amoniak media/ruang. Jika media cocok dan nutrisi terpenuhi maka media akan di okupansi hanya dlm waktu 3×24jam saja. Salam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kontaminasi bisa terjadi karena banyak faktor, bisa lihat artikelku yang baru. Semoga bisa ikut berpartisipasi.

      Hapus

Write your comments here, better base on the article discussed or nothing... or in English Computer Language (Bahasa Indonesia juga boleh he... he )