Skip to main content

Sopir, Tips dan Korupsi

Kebiasaan memberi tips sudah menjadi budaya di seluruh dunia. Jika anda memberi tips kepada sopir karena telah mengantar anda sampai tujuan tentu tidak ada yang akan mempermasalahkan, karena dianggap lumrah walaupun sopir tersebut juga sebenarnya menerima bayaran dari si pemberi kerja.

Tetapi jika supplier memberi tips atau sejumlah uang kepada anda sehubungan dengan servis yang sudah anda lakukan, hal itu dianggap melanggar aturan karena anda menerima uang sehubungan dengan pekerjaan anda malahan bisa dianggap korupsi, padahal tidak mengambil hak orang lain. Penghasilan tersebut dianggap sebagai pemasukan diluar gaji dan sebagian orang menganggap haram. Bagaimana cara membedakan kedua hal tersebut diatas? ini menurut saya agak sulit walaupun besarnya mungkin bisa sama sama lumayan jika dipresentasi dari gaji kita.

Yang sering lucu adalah apabila orang asing yang memberi tips pada sopir, orang baru biasanya memberi sejumlah uang yang bisa terlalu besar atau terlalu kecil, karena mereka gak tahu nilai mata uang kita. Ada yang memberi 300,000 rupiah atau bahkan 500,000 rupiah, tapi ada juga yang memberi 1000 rupiah karena dianggap uang seribu ini besar sekali. Tips buat para supir agar bisa bekerja dengan baik dan benar, gak usah mengharapkan tips dari pelanggan yang diantarnya, tapi berharaplah pemberian dari Allah yang maha kaya tentu akan jadi berkah.

Comments

Popular posts from this blog