ITB Mindeed

Pendididikan memang menjadi sasaran para remaja berprestasi, terutama dibidang ilmu pendidikan sekolah. Sejak dari taman kanak kanak, anak-anak ini sudah ditanamkan tentang perlunya sekolah, tapi tidak tentang pendidikan. Sekolah ada historinya yang menurut sejarahnya punya tujuan sedikit negatif, untuk ini lebih baik search sendiri tentang sejarah pendidikan indonesia.

Dari memilih tk yang mahal, sd yang susah ditembus sampai SMA yang berkelas, guna mencapai pendidikan tinggi yang top juga. TOP di Indonesia bukan berarti yang terbaik tetapi lebih mengarah bergengsi. Sebagaimana artis maka yang sudah TOP ini selalu saja menjadi sorotan, jadi gerak geriknya sangat diperhatikan dan sudah sering menjadi sorotan para kuli tinta sebagai bahan koran mereka.

ITB sudah terkena dampak selebritis, segala gerak geriknya selalu jadi incaran untuk dijadikan berita. Baik yang menunjukkan prestasi apalagi berita negatif, dan kayaknya berita negatif ini lebih hot dan lebih banyak diburu oleh para kuli tinta. Kalau yang positif memang banyak tapi karena memang sulit untuk mewujudkan hal top yang positif, sehingga berita positif yang top jadi jarang jarang. Kalau berita negatif tentu akan lebih sering nongol, karena dimanapun kita berada hal hal seperti ini akan muncul, dan anehnya yang negatif ini malah jadi lebih top dari berita berita yang positif dan lebih mendorong media mereka untuk jadi lebih ngetop.

Tetapi anehnya, walaupun banyak berita negatif tentang ITB ini, orang-orang tua dan para pelajar tidak peduli akan hal tersebut, mereka tetap saja memburu untuk bisa masuk ITB. Apalagi dengan adanya cara yang memungkinkan dengan mengandalkan sumbangan besar, walaupun tidak mengandalkan sumbangan saja untuk bisa masuk, tetapi mereka merasa lebih punya kesempatan besar untuk bisa masuk ITB dengan modal sumbangan besar. Jadi, selebritis tetap masih menjadi incaran di negeri ini, bukan masalah pendidikannya yang terbaik tetapi masalah yang paling TOP. Tetapi maaf bukan berarti "Tua Ompong dan Peot."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Write your comments here, better base on the article discussed or nothing... or in English Computer Language (Bahasa Indonesia juga boleh he... he )