Cara Mengetahui Kualitas Minyak Goreng

Sering kita lihat iklan di TV tentang minyak goreng mereka dengan kualitas tinggi yang katanya melalui dua kali penyaringan dengan kandungan asam lemak tak jenuh ganda, apaan sih? Aku sendiri juga gak jelas mengenai penyaringan ini, tapi semua jenis minyak goreng juga disaring tapi dengan penyaringan biasa tidak akan menghasilkan minyak goreng dengan kualitas tinggi.

Secara mudah untuk membandingkan kualitas minyak goreng adalah dengan membandingkan kualitas minyak kemasan dengan minyak curah. Kalau minyak kemasan dalam udara yang dingin tidak akan mudah membeku kan, sedangkan minyak curah pasti membeku jika terkena udara dingin sedikit saja. Minyak goreng dengan kadar lemak jenuh yang tinggi akan membeku jika terkena udara dingin, jadi jika kita membandingkan dua macam minyak kemasan tinggal dimasukkan ke dalam freezer dalam tempo tertentu kemudian bandingkan hasilnya, bandingkan dari keduanya mana yang paling banyak membeku. Maka yang paling banyak bagian yang beku berarti kualitasnya kurang bagus.

Penjelasannya adalah seperti berikut, secara alami minyak sawit mengandung dua macam kadar asam, yaitu asam stearat yang banyak mengandung gugus asam jenuh yang mudah beku dan asam palmitat yang mengandung banyak kadar asam tak jenuh yang sukar membeku. Nah kedua bagian ini kemudian dipisahkan sehingga minyak gorengnya akan sedikit mengandung asam stearat. Minyak goreng yang sedikit mengandung asam stearat ini tentunya akan lebih sulit membeku di temperatur yang dingin. Sisa dari hasil pemisahan ini adalah minyak curah yang sudah jelas mengandung banyak fat atau asam stearat ini.

Pada industry mentega justru memanfaatkan asam stearat ini untuk membuat mentega karena sifatnya yang mudah beku, jadi sebenarnya mentega itu kurang baik buat kesehatan apalagi yang bermasalah dengan kolesterol. Seperti halnya sifat minyak ini, bagi penderita kolesterol tinggi dan uric acid atau asam urat yang termasuk golongan penyakit rheumatic, mereka akan menderita jika temperatur udara terlalu dingin karena kolesterol dan asam urat akan membeku dalam jaringan tubuh dan membuat peredaran darah tidak lancar, yang efeknya menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa. Pengobatan penyakit inipun sampai sekarang bisa dikatakan masih kurang memuaskan karena tidak ada obat yang dapat melarutkan kandungan asam urat maupun kolesterol dalam darah dan menyaringnya secara langsung, sehingga kelebihan kandungan asam urat dan kolesterol ditimbun di otot otot tubuh yang kemudian menjadi nyeri jika kedinginan.

Apaan sih asam jenuh dan tak jenuh?
Gambaran sederhana pengertian jenuh dan tak jenuh apabila kita melarutkan gula dalam air, jika gula ditambahkan terus kedalam air yang ada di gelas lama lama gak mau larut lagi jika diaduk, nah keadaan ini disebut jenuh, air sudah jenuh mengandung gula sehingga gula gak mau larut lagi. Bagaimana dengan asam jenuh? berarti asam ini sudah gak bisa melarutkan sesuatu yang lain atau dengan kata lain tidak mau bereaksi lagi. Sebaliknya asam tak jenuh masih mau melarutkan senyawa lain atau masih mudah bereaksi dengan yang lain.

Bagaimana efeknya di dalam tubuh kita?
Jika asam jeuh banyak masuk ke dalam tubuh kita maka asam ini tidak bisa dilarutkan lagi ke dalam senyawa yang ada dalam tubuh kita sehingga tidak bisa dicerna dan bila terbawa dalam aliran darah maka tidak bisa disaring di ginjal, asam lemak ini akan mengendap dalam tubuh kita, maka timbul penyakit kolesterol. Sedangkan minyak dengan kadar asam tak jenuh masih bisa dicerna atau larut dalam senyawa tubuh dan diolah atau bisa dibuang dan jika terbawa dalam aliran darah akan bisa disaring di ginjal karena larut dalam air.

Ada hal baik dan tidak baiknya dengan minyak goreng yang mengandung asam tak jenuh ini, yang baiknya sudah diutarakan panjang lebar seperti diatas, tetapi hal jeleknya juga ada. Asam lemak tak jenuh ini tentu lebih mudah bereaksi dengan senyawa lain dibandingkan dengan asam jenuh. Minyak goreng dengan kadar asam tak jenuh ini mudah bereaksi dengan oksigen diudara, maka akan mudah sekali teroksidasi atau rusak. Maka itu minyak goreng denga kualitas tinggi tidak bagus buat menggoreng berulang kali, sedangkan minyak curah bisa lebih tahan untuk menggoreng berulang kali. Jadi tidak boleh tanggung tanggung kalau mau hidup sehat ya sehat sekalian, pakai minyak goreng dengan kualitas tinggi dan sekali pakai terus buang, jangan dipakai lagi apalagi buat menggoreng besoknya lagi, jelas sudah teroksidasi. Reaksi minyak goreng dengan oksigen ini akan semakin cepat jika dipanaskan, jadi minyak yang panas akan semakin mudah teroksidasi. Begitulah penjelasanku, barang kali ada yang protes atau punya pendapat lain silahkan koment saja dibawah...

2 komentar:

  1. bagus ...ulasannya, mengalir seperti air. saya izin copas

    BalasHapus
  2. Copas boleh saja, mohon di link back saja

    BalasHapus

Write your comments here, better base on the article discussed or nothing... or in English Computer Language (Bahasa Indonesia juga boleh he... he )