Cuplikan Cerita Novel The K

Penulis: Kesit Susilowati
Terbit: Mei 2009
Jumlah Halaman: xxi+439

Ini cuplikan isi dari Novel the K ini:

“Aku tak tahu pasti, entah bagaimana ceritanya...”

T’xela menahan kalimatnya. Haruskah aku cerita bahwa seharusnya akulah yang berkalung maut itu. Karena aku seorang mansis,manusia sintesis dengan berbagai keunggulan dan sangat ideal untuk segala misi, yang mustahil sekalipun. Karena seorang mansis adalah JIWA TIADA HARGA. Harganya adalah semua dana yang dihabiskan selama penciptaannya.

Aku bukan Homo Sapien!
Aku adalah fantasi DNA
Bernyawa
Berjiwa
Tapi, tak ada yang melihat
Karena semua menganggapku sebagai hasil dari tipu muslihat.


Apakah Anda termasuk orang yang suka sekali menonton film-film hollywood? Film berteknologi mutakhir, dengan alur mencekam dan kisah-kisah tak biasa, aneh, baru dan sungguh memikat. Atau Anda termasuk pencinta bacaan-bacaan cerdas yang memukau. Anda senang berkunjung ke toko buku mencari referensi lain dari novel-novel Indonesia. Namun Anda kecewa dan tak mendapatkan apa-apa.

Jangan kecewa dulu, balik lagi ke toko buku langganan Anda lalu lihatlah sebuah cover berwarna putih, berhiaskan awan dan sebuah gambar tangan sedang mencengkeram sesuatu “K”. Ambil dan bayarlah di kasir segera (wah maksa ya :)). Lalu bergegaslah pulang untuk membacanya. Jangan lupa kunci kamar dan nyalakan lampu yang lebih terang. Maka anda akan terpukau, menikmati bab demi bab, lembar demi lembar buku itu. Sebuah buku yang bercerita tentang petualangan dua sahabat: Txela dan Qwanta. Petualangan di Indonesia pada tahun 2200. Apakah Anda bisa membayangkannya?

Apa? Indonesia tahun 2200?!
Memang apa yang terjadi di era itu?
Maka K akan menjawab:

planet-planet berevolusi.
bumi makin renta.
berubah secara total dan cepat,
tak terduga. drastis.

kutub utara dan selatan mencair.
khatulistiwa timbul tenggelam
dalam gelombang lautan.

udara asam.
polusi. badai datang tak terduga.
dunia semakin renta, tua.
manusia-manusia rakus pengetahuan
menabrak nilai, memporak-porandakan tatanan kehidupan.
mencipta manusia-manusia sintesis. merebut dominasi Tuhan.

merekalah,
inohedonist; mereka mempercepat kiamat

Lalu Anda akan semakin penasaran, membalik-balik lembaran buku itu, menemukan sebuah cerita tentang MANUSIA SINTESIS, MANUSIA KLONING, yang hidup tanpa punya harga diri. Harga diri mereka hanya sebatas biaya yang dipakai untuk memproduksi mereka. Dan hal ini terjadi bukan lagi di Amerika, bukan lagi di Eropa dan negara-negara maju lainnya. Tapi di INDONESIA, Indonesia yang saat itu telah berubah jauh, menjadi negara dengan cuaca yang tak menentu, iklim yang buas; ancaman badai yang bisa datang kapan saja tanpa terduga.

Ini adalah buku dengan setting yang dekat, cerita yang dekat pula dengan masyarakat kita. Namun tak pernah biasa, karena objek yang dibidik adalah objek yang berbeda. Maka teruskanlah membaca sampai usai. Anda mungkin tidak akan percaya kalau buku fantasi futuristik ini lahir dari tangan seorang warga Indonesia. Dominasi media Barat serta nyaris tak adanya penulis lokal dengan tema sains yang mendalam dan jenius membuat kita lupa bahwa penulis Indonesia juga cerdas. Buku K ini adalah buktinya. Anda tak akan percaya buku ini ditulis oleh orang Indonesia.

***
Beberapa tanggapan untuk Novel The K

"Mendebarkan, menjebak, dan liar. Inilah novel saintifik pertama di Indonesia yang menghubungkan dimensi manusia, bumi, atmosfer, dan antariksa dengan sangat cermat dan tepat. Penulis begitu piawai menyulap fenomena yang jauh dan tak terbayangkan menjadi amat dekat dan logis bakal terjadi di dunia masa depan. Ditulis dengan bahasa yang renyah mengalir, novel yang memotret rekayasa teknologi dengan detail ini, enak dibaca oleh siapa saja."

Erma Yulihastin, Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional dan Ketua Forum Lingkar Pena Bogor.

The K dipenuhi dengan neologisme dan teknik narasi yang agak jarang ditemukan pada novel pada umumnya, tema lingkungan, manusia sintesis, overpopulation, alusio dunia buatan pada situasi Indonesia, perubahan iklim yang ekstrim, sentimen rasisme pada kaum minoritas yang dianggap superior, kemiskinan, pembodohan sistematis, represi, pertentangan pada kaum konservatif, supremasi kelompok agama tertentu. The K memaparkan kemungkinan-kemungkinan yang mungkin menjadi “bom waktu” di masyarakat kita, bukan Indonesia, tapi juga Dunia.

Calvin Michel Sidjaja, novelis pemilik blog www.republikbabi.com