Menyederhanakan Masalah Memang Tidak Sederhana

Seringkali kita terkecoh saat menghadapi suatu masalah, dan walaupun masalah tersebut terpecahkan, tetapi pemecahan yang ada bukanlah suatu pemecahan yang efisien dan justru malah terlalu rumit. Pemecahan masalah masalah yang rumit di Industri di Management dan dalam kehidupan sehari hari, memang menjadi kunci keberhasilan dalam suatu proses sistem.

Masalah apapun tetaplah masalah, dan perlu dicari suatu solusi yang membuat masalah tersebut menjadi sederhana. Tidak semua pemecahan masalah bisa dilakukan dengan cara sederhana, walaupun setelah berhasil diketahui cara pemecahannya tapi justru dapat menimbulkan masalah baru. Misal masalah krisis energy, dimana bahan baku energy yang lama kelamaan semakin menyusut sehingga mendongkrak harga energy yang semakin mahal, membuat harga barang yang mau tidak mau ikut memanfaatkan energy yang mahal tersebut menjadi ikut mahal. Berbagai metoda pemecahan masalah energy ini sebenarnya sudah diupayakan sejak lama, bahkan Eistain sendiri sudah menciptakan suatu metoda produksi energy yang sangat efisien yaitu energy nuklir, hanya dengan membangkitkan energy nuklir ini akan mengakibatkan masalah baru yang tidak bisa dihindari dan tidak bisa dimusnahkan begitu saja yaitu sampah nuklir selain mengandung resiko yang sangat besar bagi umat manusia dan mahluk lain penghuni planet ini, yaitu ledakan Nuklir.

Contoh kasus model pemecahan masalah menjadi sederhana adalah seperti dibawah ini:

Kasus 1 :

Salah satu dari kasus yang ada adalah kasus kotak sabun yang kosong yang terjadi di salah satu perusahaan kosmetik yang terbesar di Jepang. Perusahaan tersebut menerima keluhan dari pelanggan yang mengatakan bahwa ia telah membeli kotak sabun (terbuat dari bahan kertas) kosong. Dengan segera pimpinan perusahaan menceritakan masalah tersebut ke bagian pengepakan yang bertugas untuk memindahkan semua kotak sabun yang telah dipak ke departemen pengiriman.

Karena suatu alasan, ada satu kotak sabun yang terluput dan mencapai bagian pengepakan dalam keadaan kosong. Tim manajemen meminta para teknisi untuk memecahkan masalah tersebut. Dengan segera, para teknisi bekerja keras untuk membuat sebuah mesin sinar X dengan monitor resolusi tinggi yang dioperasikan oleh dua orang untuk melihat semua kotak sabun yang melewati sinar tersebut dan memastikan bahwa kotak tersebut tidak kosong. Tak diragukan lagi, mereka bekerja keras dan cepat tetapi biaya yang dikeluarkan pun tidak sedikit.

Tetapi saat ada seorang karyawan di sebuah perusahaan kecil dihadapkan pada permasalahan yang sama, ia tidak berpikir tentang hal-hal yang rumit, tetapi ia muncul dengan solusi yang berbeda. Ia membeli sebuah kipas angin listrik untuk industri yang memiliki tenaga cukup besar dan mengarahkannya ke garis pengepakan. Ia menyalakan kipas angin tersebut, dan setiap ada kotak sabun yang melewati kipas angin tersebut, kipas tersebut meniup kotak sabun yang kosong keluar dari jalur pengepakan, karena kotak sabun terbuat
dari bahan kertas yang ringan.

Kasus 2 :

Pada saat NASA mulai mengirimkan astronot ke luar angkasa, mereka menemukan bahwa pulpen mereka tidak bisa berfungsi di gravitasi nol, karena tinta pulpen tersebut tidak dapat mengalir ke mata pena.

Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka menghabiskan waktu satu dekade dan 12 juta dolar. Mereka mengembangkan sebuah pulpen yang dapat berfungsi pada keadaan-keadaan seperti gravitasi nol, terbalik, dalam air, dalam berbagai permukaan termasuk kristal dan dalam derajat temperatur mulai dari di bawah titik beku sampai lebih dari 300 derajat Celcius. Dan apakah hasil dari riset mereka yang begitu wah dan perlu banyak biaya?

Ternyata pemecahannya adalah sangat sederhana, mereka menggunakan pensil untuk menulis di berbagai macam kondisi diatas, pinsil dapat mengatasi semua permasalahan tulis menulis pada kondisi tersebut.

Kasus 3 :

Suatu hari, pemilik apartemen menerima komplain dari pelanggannya. Para pelanggan mulai merasa waktu tunggu mereka di pintu lift terasa lama seiring bertambahnya penghuni di apartemen itu. Dia (pemilik) mengundang sejumlah pakar untuk men-solve. Satu pakar menyarankan agar menambah jumlah lift. Tentu, dengan bertambahnya lift, waktu tunggu jadi berkurang. Pakar lain meminta pemilik untuk mengganti lift yang lebih cepat, dengan asumsi, semakin cepat orang terlayani.

Kedua saran tadi tentu memerlukan biaya yang tidak sedikit. Tetapi, satu pakar lain hanya menyarankan satu hal, "Inti dari komplain pelanggan anda adalah mereka merasa lama menunggu". Pakar tadi hanya menyarankan untuk menginvestasikan kaca cermin di depan lift, agar pelanggan teralihkan perhatiannya dari pekerjaan "menunggu" dan merasa "tidak menunggu lift".

Moral cerita ini adalah sebuah filosofi yang disebut KISS (Keep It Simple Stupid), yaitu selalu mencari solusi yang sederhana, sehingga bahkan orang bodoh sekalipun dapat melakukannya. Cobalah menyusun solusi yang paling sederhana dan memungkinkan untuk memecahkan masalah yang ada. Maka dari itu, kita harus belajar untuk fokus pada solusi daripada pada berfokus pada masalah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Write your comments here, better base on the article discussed or nothing... or in English Computer Language (Bahasa Indonesia juga boleh he... he )