Belajar Bisnis


Yang namanya bisnis tetaplah bisnis, mau infesnya kecil ataupun invesnya besar itu tidak jadi masalah, mau bisnis di darat atau di Internet seperti Google AdSense sama saja. Kata-katanya sih sudah dikenal di umum tapi prakteknya hanya sedikit yang tahu. Banyak pebisnis mula yang gagal dari bisnis, dan banyak juga pebisnis besar yang gagal dari bisnis. Tapi perbedaan dari mereka sangatlah jauh, bagi pebisnis mula, kegagalan itu merupakan musibah yang membuat mereka trauma dan kapok berbisnis, kemana mana cerita, bisnis itu pahit, tidak menentu hasilnya, mendingan kerja dibayar sedikit tapi pasti. Sangat pahit rasanya dalam kegagalan bisnis, jangan ikut ikutan berbisnis. Bagi pebisnis besar, itu hal biasa, kegagalan berarti pengalaman, kegagalan berarti pengalaman buat mereka, kegagalan adalah guru buat kita, kegagalan adalah biaya, kegagalan merupakan awal dari keberhasilan. Itulah bedanya, bukan hanya mental tapi dalam menyikapi kegagalan itu sendiri juga berbeda sehingga akan membuat mereka akan mau untuk berjuang kembali.

Bagi orang yang awam dalam bisnis, infestasi merupakan hal yang sangat beresiko, kehilangan uang merupakan hal yang amat pahit. Tapi bagi pebisnis besar uang adalah alat, sehingga kehilangan uang dalam kerugian merupakan pelajaran yang harus dicermati dan jangan sampai terulang kembali. Uang adalah alat, alat untuk membeli peralatan, alat untuk membeli bahan yang akan dibisniskan, alat untuk membeli skill orang lain. Tingkatan tertinggi para pebisnis adalah investor, dimana uanglah yang dipekerjakan, sedangkan sang investor hanya melakukan kontrol.

Untuk mencapai tingkatan tertinggi itu orang harus belajar bisnis, sehingga akan tahu mana bisnis yang benar dan mana yang salah, yang pada akhirnya bisa menentukan kemana dia akan berinvestasi. Untuk belajar tentu ada biayanya, dan biayanya ada yang mahal dan ada yang murah. Jika anda mau menjadi pebisnis berpengalaman, belajarlah bisnis besar, dengan omset katakanlah 500 juta per bulan. Modal yang diperlukan sebenarnya tidak sebesar itu tapi hanya sekitar 50 juta saja, dan kalau anda bisa belajar dengan cepat maka dalam 3 bulan anda akan mencapai omset 500 juta per bulan. Disinilah mental pengusaha sejati diuji, uang sebanyak itu bukan milik anda tapi milik banyak orang, kalau salah mengelola anda bisa terjatuh dan terjungkal hanya dalam waktu 3 bulan saja, kadang mobil harus tergadai, rumah terjual, tinggalah celana kolor yang melekat ditubuh. Apa yang salah???

Itulah pertanyaan yang selalu, dalam berkenalan dengan para pebisnis aku selalu menyarankan hal hal yang menjadi kunci dalam bisnis. Kontrol dan Disiplin!!! Sebenarnya hanya itu kuncinya, karena tools yang lain sudah tersedia, tapi mereka selalu mengabaikan, sehingga aku sendiri tidak tahu lagi apa yang harus dinasehatkan. Stok fisik tidak dilakukan, memasukkan pembelian malas, bagaimana bisa tahu modal sesungguhnya ada berapa.....

Tapi aku masih salut mental mereka tetap semangat, kalau mereka pernah berjaya, maka suatu saat akan berjaya lagi dengan memperbaiki system kerja mereka, mereka memulai lagi bisnisnya dengan modal seadanya..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Write your comments here, better base on the article discussed or nothing... or in English Computer Language (Bahasa Indonesia juga boleh he... he )