Penipuan di Jakarta

Ceritanya waktu itu ada saudaraku menerima telpon yang intinya mau menipu. Tahu sendiri kan, penipuan lewat telepon isinya memang macam macam dan si penipu mempunyai segudang trik dan model penipuan yang ujung ujungnya harus menyetorkan uang sebagai tebusan atau imbalan atau apa saja.

Si penelpon ini biasanya menjanjikan hadiah yang sangat berharga, yang biasanya sangat menarik. Bisa berupa hadiah langsung, diskon belanja, atau paling kecil yang uang transport. Tapi itu semua tujuannya untuk mendapatkan uang yang jauh lebih besar dibanding mengemis secara langsung yang paling besar juga Rp. 5000,-. Tapi dengan caranya dia bisa mendapatkan paling kecil Rp. 50.000,- dan bahkan bisa dapat ratusan juta rupiah.

Karena seringnya penipuan melalui telpon ini, ya secara otomatis saudaraku ini menjawab dengan ketus;

“hey kalo lo mau nipu nggak usah melalui telpon, itu sudah kuno, gak bakalan ada yang ngasih.” Sahutku.

Tapi apa yang dia jawab, bukannya malah takut atau merasa gak enak, malah dia juga jawab;

“Di Jakarta ini masih banyak yang bisa ditipu lewat telpon, bukan loe aja!” Katanya.

Wah repot juga ya, di Jakarta juga masih banyak yang bisa ditipu melalui telpon, apalagi di Kampung yang orangnya lugu lugu dan kebanyakan masih mudah sekali ditipu dengan cara begini. Kalau punya saudara di Kampung lebih bagus diceritain penipuan model begini, agar wawasan mereka yang tinggal di Kampung tidak ketinggalan berita kriminal yang pasti akan menjalar ke Kampung kampung.

Penipuan yang lain bisa melalui surat, melalui email, yang bianya disertai dengan bukti bukti palsu dan komplit, saking komplitnya dokumen palsunya akan membuat si penerima surat menjadi bimbang kalau hal ini adalah palsu alias menipu.

Salam Hangat,

Adi Grahito

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Write your comments here, better base on the article discussed or nothing... or in English Computer Language (Bahasa Indonesia juga boleh he... he )