Pembuka (0:00 – 1:00) Musik: Latar suasana tegang + sendu (instrumen piano dan gesekan biola lembut). SFX: Suara hujan rintik-rintik, kayu retak, dan angin. Narator: "Malam itu, rumah tua keluarga Wiryo berderit seperti ingin roboh. Warisan leluhur yang dulu menjadi kebanggaan, kini seakan menjerit… meminta diselamatkan… sebelum semuanya terlambat." Adegan 1 – Dapur (1:00 – 3:00) Musik: Hening sesaat saat dialog awal untuk membangun ketegangan nyata. SFX: Tetesan air dari atap bocor, kayu “krek… krek…”. Bu Sulastri (cemas): "Pak… atapnya bocor lagi. Kalau terus begini… besok bisa jebol semua." Pak Wiryo (lelah, menahan napas): "Iya, Las… aku tahu. Tapi uang dari mana? Tabungan sudah habis. Hutang di warung aja belum lunas." Musik: Perlahan masuk nada piano minor ketika Bu Sulastri bicara. Bu Sulastri (melemah): "Jangan bilang… kita harus jual rumah ini, Pak." Pak Wiryo (diam lama, lalu menjawab lirih): "Kalau tidak… kita tidur di mana?"...