Di suatu desa kecil yang terletak di antara pegunungan, hiduplah seorang gadis bernama Sari. Sejak kecil, Sari sudah terbiasa dengan kehidupan yang keras. Setiap pagi, ia bangun sebelum matahari terbit, membantu ibunya menyiapkan makanan untuk keluarga mereka. Ayahnya, seorang petani, seringkali pulang dengan tangan kosong, hasil panennya tak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sari sering melihat teman-teman sebayanya pergi ke sekolah, tertawa dan bermain. Namun, bagi Sari, pendidikan adalah sebuah mimpi yang tak terjangkau. "Kau harus membantu keluarga," kata ibunya setiap kali Sari menyebut tentang sekolah. "Kami tidak punya waktu untuk itu." Begitu kata-kata itu meluncur dari bibir ibunya, Sari hanya bisa menunduk, menahan air mata yang ingin tumpah. Suatu hari, saat sedang mencari kayu bakar di hutan, Sari mendengar suara gemerisik di balik semak-semak. Dengan rasa penasaran yang menggebu, ia mendekat. Di sana, ia menemukan seorang pemuda tampan ...