Skip to main content

Halaman Kedua Hambalang

Setelah penangkapan ketua umum Partai Demokrat, sudah diketahui bersama akan ada halaman halaman berikutnya, kata Anas Purbaningrum. Apa isi halaman halaman tersebut tentunya akan diungkap secara perlahan tapi pasti karena semua yang ditangkap sebenernya adalah penggerak penggerak partai demokrat, sehingga mereka merasa tidak nyaman atas kinerja yang akhirnya sia sia padalah sudah disepakati bersama.

Setelah penangkapan Mohammad Nazarudin beberapa bulan yang lalu, mulai terkuak cerita cerita gak enak mengenai jalannya proyek Hambalang ini. Pasalnya proyek tersebut diindikasi terjadi markup yang besar karena banyak diambil orang lain. Bagaimana gak markup kalau yang disisihkan buat keperluan lain sangat besar.

Beberapa media menyebutkan bahwa halaman kedua tersebut melibatkan keluarga istana. Dalam dokumen yang disebut-sebut milik Yulianis, mantan anak buah Muhammad Nazaruddin dan mantan Direktur Keuangan PT Anugerah Nusantara, Ibas tercatat telah menerima dana sebesar US$900 ribu.

Apakah cerita tersebut benar, tentu yang akan membuktikan nanti adalah pengadilan dan saksi saksi yang akan dihadirkan dalam pengadilan. Dana yang mengalir ke Sekjen Partai Demokrat itu dikucurkan sebanyak empat kali. Penerimaan dana pertama dan kedua terjadi pada 29 April 2010. Pada tanggal itu, Ibas tertulis menerima uang sebesar US$600 ribu dalam dua tahap. Tahap pertama US$500 ribu dan tahap kedua US$100 ribu. (tulis salah satu media di internet)

Dari angka angka itu kalau ditotal akan sangat besar dan tentu saja proyek Hambalang tidak bisa berjalan jika tidak ada markup. Dari angka angka itu saja kalau ditotal sudah US$ 3100 ribu, kalau dirupiahkan akan kira kira jadi Rp. 27,9 milliar, wah banyak sekali, memang untung proyek seberapa besar sih, sehingga bisa diambil sedemikian besar. Maka agar gak rugi nilai proyeknya juga harus dinaikan agar tetap bisa berjalan.

Comments

Popular posts from this blog