Skip to main content

Hutang Indonesia

Diakhir tahun 2011 hutang Indonesia adalah Rp. 1.803,49 triliun dari semula pada akhir tahun 2010 adalah Rp. 1.600 an trilliun. Kalau management negara diasumsikan sebagai keluarga maka pemerintahan sekarang ini adalah gagal total, nol besar dan ompong. Maaf ini perumpamaan yang agak kasar, tetapi saya ikut membayar pajak karena gaji/pendapatan saya setahun bisa dipotong 10 - 15 jutaan buat bayar pajak.


Rumah tangga yang hutangnya meningkat terus biasanya gali lubang tutup lubang. Dan usahanya cenderung minus, pengeluaran terlalu besar. Rumah tangga bisa kelihatan wah karena punya hutang yang besar, sehingga mampu membeli rumah mewah, mobil mewah dan penampilan yang mentereng. Mungkin dia punya kemampuan membayar yang tinggi tetapi kepastiannya sebenarnya agak diragukan. Sewaktu waktu kolaps atau berkurang pendapan karena ada gangguan, maka kemampuan membayar hutang akan turun dan perekonomian bisa kacau dalam seketika. Kalau dia pengusaha tiba tiba terganggu pendapatannya karena terjadi penurunan drastis dalam penjualan mereka, maka jika berlangsung terus dalam 3 bulan saja biasanya kolaps dan hancur, karena terpaksa harus jual aset buat bayar hutang.

Karena hanya mengandalkan pajak, sedangkan sumber pendapatan lain yang seharusnya masuk negara tetapi menjadi dikuasai asing atau dikorupsi. Mungkin tadinya terjadi dilema, mau diurus sendiri tapi banyak yang korupsi, dari pada cuman liatin doang gak bisa ikut makan, mending dijual ke asing, sama sama gak bisa makan, dan hasilnya seperti sekarang ini. Jadi intinya jumlah hutang yang besar bukan berarti sejahtera, tetapi apa apa yang dibangun dan kita nikmati sekarang ini adalah dalam bentuk hutang. Kalau tiba tiba negara ini terganggu, maka bayar hutang akan sulit. Seperti negara Irak yang sudah hancur seperti sekarang ini.

Comments

Popular posts from this blog