Mencuri Sandal Butut Diancam 5 tahun Penjara

Kalau mencuri sandal diancam hukuman lima tahun penjara, bagaimana yang korupsi milyaran. Kalau dikonversi dengan nilai uang bisa bisa para koruptor gak akan cukup umurnya buat membayar hukuman penjara.

AAL (15), siswa SMK Negeri 3 Kota Palu, Sulawesi Tengah, tak pernah menyangka bahwa sepasang sandal jepit butut warna putih kusam yang ditemukannya di pinggir jalan di Jalan Zebra, Kota Palu, akan menyeretnya ke meja hijau. Adalah Briptu Anwar Rusdi Harahap, anggota Brimob Polda Sulawesi Tengah, yang mengaku sebagai pemilik sandal butut merek Ando itu, yang memperkarakan kasus ini hingga ke pengadilan.

Sidang perdana kasus ini digelar di Pengadilan Negeri Palu, Selasa (20/12), dipimpin hakim tunggal Rommel F Tampubolon dengan jaksa penuntut umum Naseh. Setidaknya ada 15 pengacara yang mendampingi AAL, di antaranya Syahrir Zakaria, Elvis DJ Katuwu, dan Johannes Budiman Napat. Untuk PN Palu, inilah sidang pertama dengan kasus sandal jepit. Jaksa mendakwa AAL dengan Pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Kasus sandal butut ini bermula pada November 2010, saat AAL, yang ketika itu masih berusia 14 tahun, dan dua temannya pulang dari sekolah di SMPN 9 Palu. Sehari-hari, AAL dan teman-temannya melewati rumah kos di Jalan Zebra IA, di mana Briptu Rusdi menyewa salah satu kamar. Rumah orangtua AAL di Jalan Kijang II Utara, terpaut sekitar 200 meter dengan rumah kos yang ditempati Briptu Rusdi.