Vaksinasi Tetap Menghadapi Masalah

Program vaksinasi pemerintah untuk memberantas penyakit penyakit tertentu seperti polio, campak, cacar, hepatitis atau penyakit yang lain tetap menghadapi banyak kendala. Salah satunya adalah adanya banyak berita yang tidak benar mengenai vaksinasi itu sendiri. Mitos tentang vaksinasi ini tidak hanya terdapat dinegara berkembang seperti di Indonesia, di negara negara majupun masih terdapat mitos mitos yang tidak mendukung pada program vaksinasi ini.


Mitos mitos yang beredar tersebut seperti berikut ini:
  1. Vaksinasi dianggap tidak penting, sehingga orang mengabaikan untuk ikut vaksinasi apalagi banyak berita tentang kegagalan vaksinasi, ada yang meninggal setelah diberi vaksin dan sebagainya.
  2. Anak anak terlalu banyak mendapatkan jenis vaksin, ini tidak mengherankan orang yang berpendidikan saja banyak yang menganggap seperti ini, apalagi orang awam. Mereka merasa akan menjadi beban berat bagi anak anak untuk mendapatkan berbagai macam vaksinasi. Apalagi mereka sedikit tahu bahwa vaksinasi itu berasal dari bakteri yang dilemahkan.
  3. MMR menyebabkan Autis, berita ini pernah beredar di Ingris, bahkan sempat keluar di Jurnal sehingga banyak orang yang ragu ragu untuk mendapatkan vaksinasi MMR. Bahkan pemerintah Inggris pernah melarang untuk memberi vaksin jenis ini, tetapi sekarang sudah lebih terang dan yang membuat artikelpun sudah meralat tentang vaksinasi MMR yang dapat menyebabkan autisme.
  4. Vaksinasi tidak 100 persen aman, nah ini juga mirip dengan pendapat no. 2 diatas, banyak orang yang meragukan tentang keamanan vaksinasi. Mereka bahkan menganggap timbulnya penyakit karena mendapatkan vaksinasi tersebut.
  5. Vaksinasi dianggap tidak dapat mencegah dari penyakit yang dituju. Dari sekian banyak jenis vaksin dan orang yang diberi vaksin tentu ada yang gagal memberikan fungsinya di dalam tubuh untuk membentuk antibodi. Jadi tentu ada yang masih terkena penyakit tersebut padahal sudah pernah mendapatkan vaksinasi penyakit tersebut.
Dari poin poin yang disebutkan diatas, tentu banyak yang mengurungkan niatnya untuk mengikuti program vaksinasi secara penuh. Sehingga banyak orang yang tidak mengikuti program vaksinasi dengan benar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Write your comments here, better base on the article discussed or nothing... or in English Computer Language (Bahasa Indonesia juga boleh he... he )