Kabarnya akan banyak berdiri pabrik Lampu di Indonesia, tapi jenis industri ini secara sosial kurang bagus karena lowongan pekerjaannya hanya sedikit dari investasi $ 3 juta, hanya menyediakan pekerja sekitar 500 orang saja. Wah kurang bagus buat perkembangan ekonomi, padahal itu pasti utang dari bank di Indonesia. Coba kalau industri farm, pertanian, industri rumah tangga yang semi modern dikit lah dikembangkan, sudah investasinya gak akan besar besar amat, tapi lowongan pekerjanya bisa puluhan ribu. Coba simak berita dibawah ini.
Dari Kompas. Di saat banyak pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh berbagai perusahaan, industri lampu hemat energi (LHE) malahan akan menambah jumlah pabrik baru lagi. Lima perusahaan yang merupakan pemain baru ini akan membangun pabrik LHE baru di daerah Padang, Makassar, Batam, Balikpapan dan Banjarmasin.
Ketua Umum Asosiasi Industri Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) Jhon Manoppo mengatakan bahwa pembangunan pabrik baru ini akan bisa dilaksanakan pada awal tahun depan. "Mereka serius ingin bermain di bisnis LHE ini," ujar Jhon di Departemen Perdagangan (Depdag) siang ini. Sayangnya dia belum mau mengungkapkan nama-nama perusahaan ini.
Yang pasti, menurut Jhon investasi yang akan dikeluarkan oleh perusahaan ini untuk membangun pabrik baru ini membutuhkan duit sekitar US$ 3 juta. Untuk kapasitas produksinya, sebagai awalan akan memproduksi sebanyak lima juta unit selama setahun. Kabar ini jelas bisa menjadi angin segar bagi iklim dunia kerja karena bisa membuka lapangan pekerjaan sekitar 500 orang.
Toyota Avanza Mobil Terlaris 2009
Penjualan Avanza:
Penjualan mobil secara umum untuk tahun ini memang menurun, walaupun begitu penjualan mobil toyota Avanza pada periode empat bulan pertama 2009 masih tetap menduduki rangking 1. Dari data terakhir yang dikirimkan ATPM anggota Gaikindo, dengan total whole sale, atau dari ATPM ke dealer, mencapai 134.884 unit (lebih rendah dari retail: 137.436 unit), Avanza telah membukukan penjualan 28.879 unit (21,4 persen). Berarti, dari 5 mobil yang terjual, satu adalah Avanza.
Dari empat varian yang ditawarkan ke konsumen, yang paling laku adalah Avanza 1,3 transmisi manual. Varian ini menikmati porsi 79 persen dari seluruh penjualan Avanza. Harga Avanza 1,3 liter transmisi manual saat ini, untuk standar, Rp 132.100.000 dan yang lebih tinggi Rp 145.450.000. Avanza telah menduduki posisi Best Seller selama hampir 2 tahun berjalan.
Daihatsu Xenia Mobil terlaris kedua adalah saudara kembar Avanza, yaitu Daihatsu Xenia. Penjualannya mencapai 13.238 unit atau 9,8 persen. Untuk Xenia dengan tiga varian, yang terbanyak adalah LI bermesin 1,0 liter, transmisi manual, dengan penjualan 6.788 atau 51 persen dari seluruh penjualan Xenia. Peminat Xenia 1,3 cukup berimbang dengan 1,0 liter karena keduanya menikmati pangsa pasar hampir berimbang, yaitu 51 dan 45 persen. Daihatsu menawarkan Xenia dengan varian cukup banyak. Untuk mesin 1,0 liter, harga terakhirnya, mulai dari Rp 119.000.000 sampai Rp 130.450.000. Adapun versi 1,5 liter, dari Rp 127.200.000 sampai Rp 138.800.000.
Kalau kedua saudara kembar ini digabungkan, total penjualannya 42.707 unit atau 31,6 persen dari semua mobil yang dijual di Indonesia. Bisa dikatakan, dari tiga mobil yang terjual di Indonesia, salah satu adalah Avanza atau Xenia.
Penjualan mobil secara umum untuk tahun ini memang menurun, walaupun begitu penjualan mobil toyota Avanza pada periode empat bulan pertama 2009 masih tetap menduduki rangking 1. Dari data terakhir yang dikirimkan ATPM anggota Gaikindo, dengan total whole sale, atau dari ATPM ke dealer, mencapai 134.884 unit (lebih rendah dari retail: 137.436 unit), Avanza telah membukukan penjualan 28.879 unit (21,4 persen). Berarti, dari 5 mobil yang terjual, satu adalah Avanza.
Dari empat varian yang ditawarkan ke konsumen, yang paling laku adalah Avanza 1,3 transmisi manual. Varian ini menikmati porsi 79 persen dari seluruh penjualan Avanza. Harga Avanza 1,3 liter transmisi manual saat ini, untuk standar, Rp 132.100.000 dan yang lebih tinggi Rp 145.450.000. Avanza telah menduduki posisi Best Seller selama hampir 2 tahun berjalan.
Daihatsu Xenia Mobil terlaris kedua adalah saudara kembar Avanza, yaitu Daihatsu Xenia. Penjualannya mencapai 13.238 unit atau 9,8 persen. Untuk Xenia dengan tiga varian, yang terbanyak adalah LI bermesin 1,0 liter, transmisi manual, dengan penjualan 6.788 atau 51 persen dari seluruh penjualan Xenia. Peminat Xenia 1,3 cukup berimbang dengan 1,0 liter karena keduanya menikmati pangsa pasar hampir berimbang, yaitu 51 dan 45 persen. Daihatsu menawarkan Xenia dengan varian cukup banyak. Untuk mesin 1,0 liter, harga terakhirnya, mulai dari Rp 119.000.000 sampai Rp 130.450.000. Adapun versi 1,5 liter, dari Rp 127.200.000 sampai Rp 138.800.000.
Kalau kedua saudara kembar ini digabungkan, total penjualannya 42.707 unit atau 31,6 persen dari semua mobil yang dijual di Indonesia. Bisa dikatakan, dari tiga mobil yang terjual di Indonesia, salah satu adalah Avanza atau Xenia.
Persiapan Pensiun
Orang yang mau keluar kerja memang perlu persiapan, kadang kadang persiapannya sendiri banyak mengeluarkan uang. Persiapan yang gagal bahkan membuang buang uang, uang yang seharusnya bermanfaat malah jadi dihambur hambur. Jadilah persiapannya gagal total.
Mungkin juga memang sebenarnya persiapannya belum matang sehingga masih membutuhkan pendidikan ulang, pendidikan itu berarti biaya, nah makanya uang yang dibuang buang itu bisa dibilang merupakan biaya juga. Kadang kadang persiapannya menjadi kurang terarah, persiapan berdagang lah, persiapan berkebun, persiapan berternak dan persiapan dengan ngeblog. Kalau semuanya menghasilkan sih masih bisa dibilang mendingan tapi kalau dalam persiapan itu malah merugikan nah itu yang mesti dicermati lagi.
Persiapan yang tidak terarah itu kadang menjadi bias atau tidak fokus, padahal untuk menyiapkan dalam satu hal saja perlu pelajaran yang banyak dan perlu fokus agar hasilnya optimal. Karena tidak fokus jadi hasilnya tanggung dan tentu saja malah buang buang uang.
Mungkin juga memang sebenarnya persiapannya belum matang sehingga masih membutuhkan pendidikan ulang, pendidikan itu berarti biaya, nah makanya uang yang dibuang buang itu bisa dibilang merupakan biaya juga. Kadang kadang persiapannya menjadi kurang terarah, persiapan berdagang lah, persiapan berkebun, persiapan berternak dan persiapan dengan ngeblog. Kalau semuanya menghasilkan sih masih bisa dibilang mendingan tapi kalau dalam persiapan itu malah merugikan nah itu yang mesti dicermati lagi.
Persiapan yang tidak terarah itu kadang menjadi bias atau tidak fokus, padahal untuk menyiapkan dalam satu hal saja perlu pelajaran yang banyak dan perlu fokus agar hasilnya optimal. Karena tidak fokus jadi hasilnya tanggung dan tentu saja malah buang buang uang.
Proses Polishing Pada Logam
Dalam proses anodizing logam kita selalu melakukan dua hal yaitu proses kimia dan proses fisika. Terkadang proses secara kimia saja tidak cukup, misalnya setelah semua proses dilalui maka pada akhir proses akan dilakukan penggosokan atau dalam istilah proses anodizing logam ini disebut dengan polishing. Polishing itu sendiri ada dua macam ada electropolishing menggunakan aliran listrik, ada chemical polishing dan mechanical polishing seperti pada spin polishing.
Karena proses ini banyak membuang bahan kimia maka sudah menjadi keharusan bahwa pada industri anodizing atau anodizing plant harus mempunyai unit pengolah limbah. Nah setelah logam yang sudah di anodized selesai dipoles atau polishing kemudian diperkuat dengan melindungi logam yang sudah di anodized tersebut misal dengan melapis logam tersebut dengan bahan lain atau dengan proses pemanasan, proses ini disebut dengan metal protection.
Karena proses ini banyak membuang bahan kimia maka sudah menjadi keharusan bahwa pada industri anodizing atau anodizing plant harus mempunyai unit pengolah limbah. Nah setelah logam yang sudah di anodized selesai dipoles atau polishing kemudian diperkuat dengan melindungi logam yang sudah di anodized tersebut misal dengan melapis logam tersebut dengan bahan lain atau dengan proses pemanasan, proses ini disebut dengan metal protection.
Reuni Alumnus ITB
Dalam acara reuni perak ITB- 84 dan ke 20 alumni ITB 89 ada hal yang menarik dengan tujuan untuk menghindari perasaan gak enak bagi para alumni, yang tentunya mempunyai nasib yang berbeda beda tiap alumnus.
Para alumni mungkin tidak pada semua jurusan, dimohon untuk datang dengan berpakaian layaknya sebagai mahasiswa, pakai t-shirt dan bawahan terserah ada yang pakai jin, dlsb. Gak boleh bawa kendaraan sendiri bisa dengan tujuan menghindari kemacetan atau bikin gak enak yang enggak punya (kaya saya). Gak boleh bawa barang barang yang wah, tas aja dibagi oleh panitia berupa tas kain layaknya mahasiswa dulu buat nyimpen brosur brosur iklan di arena reuni.
Acara yang disuguhkan cukup menarik, mengingatkan para alumnus sewaktu menjadi mahasiswa dulu, menampilkan seni seni yang ada di tiap-tiap unit di ITB. Seni suara, musik musik tradisional dan yang lain lain.
Tapi ujung ujungnya sumbangan sih, .... bikin gak enak juga ya ........... he he he
Para alumni mungkin tidak pada semua jurusan, dimohon untuk datang dengan berpakaian layaknya sebagai mahasiswa, pakai t-shirt dan bawahan terserah ada yang pakai jin, dlsb. Gak boleh bawa kendaraan sendiri bisa dengan tujuan menghindari kemacetan atau bikin gak enak yang enggak punya (kaya saya). Gak boleh bawa barang barang yang wah, tas aja dibagi oleh panitia berupa tas kain layaknya mahasiswa dulu buat nyimpen brosur brosur iklan di arena reuni.
Acara yang disuguhkan cukup menarik, mengingatkan para alumnus sewaktu menjadi mahasiswa dulu, menampilkan seni seni yang ada di tiap-tiap unit di ITB. Seni suara, musik musik tradisional dan yang lain lain.
Tapi ujung ujungnya sumbangan sih, .... bikin gak enak juga ya ........... he he he
Slilit sang Kiai
Slilit sang Kiai dari Emha Ainun Najib
Cerita pendek ini dikarang oleh Budayawan Emha Ainun Najib, sebenernya sudah lama aku baca, jadi detail ceritanya gak akan sama persis dengan apa yang ada dalam ingatanku, hanya sedikit dimodif saja. Ceritanya sih hanya beberapa lembar saja tapi maknanya memang luar biasa menurut saya. Kehidupan yang fana dan terus berubah ini kadang menjerat pola pikir atau dasar dasar kehidupan yang dapat menyimpang dari tuntunan. Semakin modern dan komplek jaman ini maka semakin modern juga jebakan syaitan dalam melakukan aksinya buat menggoda umat manusia.
Seorang kiai yang sungguh berkehidupan agamis dan menghindari kehidupan manusia pada umumnya. Kesederhanannya, sifatnya sungguh mengikuti sunah sunah rasul. Sudah berilmu, dermawan dan ramah pada orang lain. Itulah sifat dasar sang kiai ini dalam kesehariannya. Mengajar ngaji tentulah sudah menjadi kehidupan kesehariannya dalam menyebarkan gaya hidup yang islami.
Suatu ketika sampailah batas kontrak usia sang Kiai ini untuk menjalani kodrat kehidupan di dunia ini, dan masuklah ia ke dalam alam kubur yang banyak ditakuti umat manusia ini karena adanya siksa kubur bagi yang hidupnya tidak benar benar lurus dalam artian sesuai aturan kang mbahu rekso, Allah Swt.
Menganggap kehidupannya saat di dunia ini sebagian besar sudah memenuhi syariat Islam tentu saja sang Kiai merasa tidak gentar menghadapi pertanyaan 2 malaikat kubur Munkar dan Nakir. Dalam wawancara dengan 2 malaikat Munkar dan Nakir ini antara lain ditanyai pertanyaan2 seperti berikut:
Menurut sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits shahih dari al-Barra’ bin ‘Azib r.a. yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dll. (lihat Shahih Sunan Abu Dawud no. 3979), yang diajukan oleh sepasang malaikat penanya di alam kubur itu adalah pertanyaan:
Siapa Tuhanmu?
Apa agamamu?
Siapa orang yang diutus kepada kalian itu?
Apa amal perbuatanmu?
Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?
Sedangkan menurut sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits shahih dari Abu Barzah r.a. yang diriwayatkan oleh Tirmidzi (lihat Shahih Sunan Tirmidzi no. 1970), yang ditanyakan pada hari kiamat:
Untuk apa umurmu kau habiskan?
Apa yang kau lakukan dengan ilmumu?
Dari mana kau peroleh hartamu?
Untuk apa kau membelanjakannya?
Untuk apa tubuhmu kau gunakan?
Adapun menurut sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits shahih dari Mu’adz bin Jabal r.a. yang diriwayatkan oleh al-Bazzar dan Thabrani (lihat ash-Shahihah no. 946), yang ditanyakan pada hari kiamat:
Untuk apa umurmu kau habiskan?
Untuk apa kau gunakan masa mudamu?
Dari mana kau peroleh hartamu?
Untuk apa kau membelanjakannya?
Apa yang kau lakukan dengan ilmumu?
Dan lain sebagainya sampai akhirnya pertanyaan perbuatan kecil yang kita lakukan secara tidak sadar.
“Hai kiai, sewaktu kamu pulang dari kenduri, apa yang kamu lakukan sehingga dicatatan kami, menyulikan dirimu untuk dapat lolos dalam (TUMS) tes uji masuk sorga ini.” Kata salah seorang malaikat.
“Aku tidak melakukan apa-apa, biasanya aku terus pulang dan membawa berkat kenduri untuk diberikan pada anak-anak dan istriku,” sahut sang kiai.
“Hai kiai, ketahuilah bahwa setiap kamu pulang kenduri, kamu sering mengambil potongan tali pagar bambu untuk membersihkan slilitmu, tanpa ijin yang punya pagar, karena perbuatanmu tali itu jadi rusak dan pagar jadi lepas karena kamu potong sebagian.”
Karena keteledoran sang kiai tersebut, maka gagalah sang kiai melalui TUMS tersebut dengan mulus.
Cerita pendek ini dikarang oleh Budayawan Emha Ainun Najib, sebenernya sudah lama aku baca, jadi detail ceritanya gak akan sama persis dengan apa yang ada dalam ingatanku, hanya sedikit dimodif saja. Ceritanya sih hanya beberapa lembar saja tapi maknanya memang luar biasa menurut saya. Kehidupan yang fana dan terus berubah ini kadang menjerat pola pikir atau dasar dasar kehidupan yang dapat menyimpang dari tuntunan. Semakin modern dan komplek jaman ini maka semakin modern juga jebakan syaitan dalam melakukan aksinya buat menggoda umat manusia.
Seorang kiai yang sungguh berkehidupan agamis dan menghindari kehidupan manusia pada umumnya. Kesederhanannya, sifatnya sungguh mengikuti sunah sunah rasul. Sudah berilmu, dermawan dan ramah pada orang lain. Itulah sifat dasar sang kiai ini dalam kesehariannya. Mengajar ngaji tentulah sudah menjadi kehidupan kesehariannya dalam menyebarkan gaya hidup yang islami.
Suatu ketika sampailah batas kontrak usia sang Kiai ini untuk menjalani kodrat kehidupan di dunia ini, dan masuklah ia ke dalam alam kubur yang banyak ditakuti umat manusia ini karena adanya siksa kubur bagi yang hidupnya tidak benar benar lurus dalam artian sesuai aturan kang mbahu rekso, Allah Swt.
Menganggap kehidupannya saat di dunia ini sebagian besar sudah memenuhi syariat Islam tentu saja sang Kiai merasa tidak gentar menghadapi pertanyaan 2 malaikat kubur Munkar dan Nakir. Dalam wawancara dengan 2 malaikat Munkar dan Nakir ini antara lain ditanyai pertanyaan2 seperti berikut:
Menurut sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits shahih dari al-Barra’ bin ‘Azib r.a. yang diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dll. (lihat Shahih Sunan Abu Dawud no. 3979), yang diajukan oleh sepasang malaikat penanya di alam kubur itu adalah pertanyaan:
Siapa Tuhanmu?
Apa agamamu?
Siapa orang yang diutus kepada kalian itu?
Apa amal perbuatanmu?
Siapa Tuhanmu? Apa agamamu? Siapa nabimu?
Sedangkan menurut sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits shahih dari Abu Barzah r.a. yang diriwayatkan oleh Tirmidzi (lihat Shahih Sunan Tirmidzi no. 1970), yang ditanyakan pada hari kiamat:
Untuk apa umurmu kau habiskan?
Apa yang kau lakukan dengan ilmumu?
Dari mana kau peroleh hartamu?
Untuk apa kau membelanjakannya?
Untuk apa tubuhmu kau gunakan?
Adapun menurut sabda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits shahih dari Mu’adz bin Jabal r.a. yang diriwayatkan oleh al-Bazzar dan Thabrani (lihat ash-Shahihah no. 946), yang ditanyakan pada hari kiamat:
Untuk apa umurmu kau habiskan?
Untuk apa kau gunakan masa mudamu?
Dari mana kau peroleh hartamu?
Untuk apa kau membelanjakannya?
Apa yang kau lakukan dengan ilmumu?
Dan lain sebagainya sampai akhirnya pertanyaan perbuatan kecil yang kita lakukan secara tidak sadar.
“Hai kiai, sewaktu kamu pulang dari kenduri, apa yang kamu lakukan sehingga dicatatan kami, menyulikan dirimu untuk dapat lolos dalam (TUMS) tes uji masuk sorga ini.” Kata salah seorang malaikat.
“Aku tidak melakukan apa-apa, biasanya aku terus pulang dan membawa berkat kenduri untuk diberikan pada anak-anak dan istriku,” sahut sang kiai.
“Hai kiai, ketahuilah bahwa setiap kamu pulang kenduri, kamu sering mengambil potongan tali pagar bambu untuk membersihkan slilitmu, tanpa ijin yang punya pagar, karena perbuatanmu tali itu jadi rusak dan pagar jadi lepas karena kamu potong sebagian.”
Karena keteledoran sang kiai tersebut, maka gagalah sang kiai melalui TUMS tersebut dengan mulus.
Mbah Surip Meninggal
Akhir-akhir ini banyak sekali artis yang meninggal, atau tepatnya pada tahun ini 2009, banyak sekali artis top yang meninggal. Diawali oleh Michael Jackson yang bersamaan harinya dengan Farrah Fawcett, e mbah Surip yang lagi baru saja ngetop ikutan meninggal juga pada tanggal 4 Agustus 2009 dalam perjalanan menuju Pusdikkes TNI AD, Kramat Jati, Jakarta Timur. Mbak Surip tak berubah rambutnya. Ia tetap mencuci rambut dengan shampo kucing, sejak 1996. Jika pun nantinya ada yang berubah, Mbah Surip hanya berencana membeli helikopter dari lagu Tak Gendong yang sudah meraup Rp4,6 miliar.
Kalau orang yang sudah seumur dengan mbah Surip (60 tahun), pasti gak akan merasa terlalu ambisi tuk meraih uang milyaran walaupun memang bisa. Gaya reggae bermodal gitar sudah cukup baginya. Namun begitu, kabarnya Mbah Surip akan membeli helikopter. Pasalnya, ring back tone (RBT) Tak Gendong milikinya sudah mendulang Rp4,6 miliar.
Tadinya ia berencana ingin membeli helikopter, belum lagi kesampaian, umur sudah habis membatasi gerak geriknya di dunia ini. Katanya sewaktu diluar negri ditanya, siapa artis top Indonesia, tentu saja banyak kan. Tapi kok gak ada yang punya pesawat? Kata dia, ada nanti saya, wah gak jadi ada deh artis yang punya pesawat, paling tidak bukan mbah Surip artis yang akan punya pesawat pribadi pertama kalinya di Indonesia.
Kalau orang yang sudah seumur dengan mbah Surip (60 tahun), pasti gak akan merasa terlalu ambisi tuk meraih uang milyaran walaupun memang bisa. Gaya reggae bermodal gitar sudah cukup baginya. Namun begitu, kabarnya Mbah Surip akan membeli helikopter. Pasalnya, ring back tone (RBT) Tak Gendong milikinya sudah mendulang Rp4,6 miliar.
Tadinya ia berencana ingin membeli helikopter, belum lagi kesampaian, umur sudah habis membatasi gerak geriknya di dunia ini. Katanya sewaktu diluar negri ditanya, siapa artis top Indonesia, tentu saja banyak kan. Tapi kok gak ada yang punya pesawat? Kata dia, ada nanti saya, wah gak jadi ada deh artis yang punya pesawat, paling tidak bukan mbah Surip artis yang akan punya pesawat pribadi pertama kalinya di Indonesia.
Label:
artis
Subscribe to:
Posts (Atom)